0 item in the bag

No products in the cart.

FETAKOMPLI

Fetakompli atau ‘Fait accompli’ adalah frasa bahasa Prancis yang biasa digunakan untuk menggambarkan tindakan terpaksa dilakukan atau diterima.

Categories: ,

Description

Tadinya saya sudah mau tidur, entah mengapa tiba-tiba saya teringat dengan satu istilah yang dinamakan ‘Fetakompli’. Mungkin saja karena beberapa minggu ini saya berurusan dengan masalah-masalah psikologis sumber daya karyawan perusahaan yang ternyata masalah tersebut bukan berakar dari tempat kerjanya, namun berakar dari masalah pribadinya, terutama dengan masalah ‘fetakompli’.

Sebelum lanjut, bagi yang belum tahu apa itu ‘Fetkompli’, definisinya menurut Wikipedia adalah; Fait accompli adalah frasa bahasa Prancis yang biasa digunakan untuk menggambarkan tindakan yang diselesaikan sebelum yang terkena dampaknya berada dalam posisi untuk menanyakan atau membalikkannya.

Atau dalam keterangan bebas bisa dikatakan bahwa, seseorang yang dengan terang-terangan dijebak agar setuju dengan apa yang dilakukan atau diucapkan orang lain dengan standar sepihak. Mau tidak mau, suka tidak suka, seseorang yang masuk target ‘fetakompli’ akan melakukan hal yang diminta kepadanya atau menyetujuinya.

Karyawan yang beberapa kali tidak masuk kerja karena alasan mengantar saudaranya berobat, sebenarnya sedang terkena ‘fetakompli’ dari pamannya, namun karena ia tak menyadarinya maka berimbas ke tempat kerjanya, yaitu bolos kerja.

Karyawan tersebut mempunyai seorang paman yang juga bekerja, sedangkan istri pamannya itu sedang sakit dan secara rutin harus berobat ke rumah sakit. Seharusnya, pamannya dapat mengantarkan sendiri istrinya ke rumah sakit, namun karena ia takut ijin tidak bekerja, maka ia mencari saudara lain yang mempunyai kemungkinan kecil menolak permintaannya.

Tentu dengan disertai alasan logis dan menghadirkan otoritas yang lebih tinggi, yaitu bahwa istri paman tersebut sangat dekat dengan ibu karyawan tersebut. Dulunya ibu karyawan itu kalau sedang susah, yang banyak membantu adalah istri paman tersebut. Apalagi kalau sakit, yang mengurusi segala macam obat adalah istri paman tersebut.

Dengan latar belakang cerita emosional itu, maka karyawan tersebut sangat kecil sekali berpeluang menolak permintaan paman untuk mengantar istrinya ke rumah sakit. Paman tersebut sebenarnya dapat mengantarnya sendiri, namun ia melakukan ‘fetakompli’ kepada ponakannya sendiri.

Pernahkah anda tahu bahwa anda sedang terpaksa, namun karena sangat tidak enak dan alasan hubungan emosional melakukan permintaan orang lain untuk mengerjakan sesuatu? Mungkin saja anda terkena ‘fetakompli’.

Ada hal sederhana yang sering terjadi perihal ‘fetakompli’ ini, misalnya demikian;

Teman anda datang dan bilang kepada anda akan menyewa mobil anda sehari karena akan dipakai mengantar keluarganya yang datang untuk jalan-jalan. Apa yang anda lakukan? Apabila anda segan dan bilang, “Ah sama temen kok bayar, udah bawa saja, kayak sama siapa saja.” Maka itulah ‘fetakompli’. Anda dibuat menyetujui permintaanya yang dibuat seolah secara tidak sengaja, padahal niatnya memang membuat anda menyerahkan mobil secara suka rela.

Nah, mungkin anda pernah mengalami ‘fetakompli’ secara tak sadar. Betul nggak?

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “FETAKOMPLI”

Your email address will not be published. Required fields are marked *