0 item in the bag

No products in the cart.

JANGAN REMEHKAN ISU KESEHATAN MENTAL

Categories: ,

Description

Mulanya banyak yang mengabaikan tentang kesehatan mental, sampai film Joker rilis dan semua beranda media sosial membicarakannya. Ke mana saja kita selama ini? Ke mana saja orangtua yang selama ini membiarkan putra putrinya tumbuh hingga secara tidak sadar lahir ‘joker’ dalam diri putra-putri tersebut?

Dari situs bebas.kompas.id ditulis: Data lain ditunjukkan dalam Global Health Data Exchange 2017. Prevalensi gangguan mental di Indonesia pada usia produktif (20-54 tahun) mencapai 15,91 juta orang atau 58,3 persen dari total penderita gangguan mental semua umur (27,26 juta orang). Prevalensi gangguan mental juga terekam dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) oleh Kementerian Kesehatan tahun 2018. Dalam Riskedas 2018 itu, prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan pada usia 15 tahun ke atas mencapai 9,8 persen dari jumlah penduduk.

Ramainya ulasan dari film Joker hendaknya membuat kita saling melakukan refleksi, setidaknya untuk diri kita sendiri, anak dan keluarga. Kalimat yang sering ditulis dalam ulasan film tersebut adalah, “Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti” menjadi kalimat pembenaran dari orang-orang yang merasa diabaikan dan diremehkan. “Gue ini sebenarnya orang baik, sekarang menjadi jahat karena lu!”

Dari data Riskedas 2018 itu disebutkan bahwa usia 15 tahun ke atas, gangguan mental emosional mencapai 9,8 persen dari jumlah penduduk. Mengapa dapat terjadi? Kemungkinan yang paling besar adalah remaja yang mengalami masalah-masalah di lingkungan pergaulannya tidak tahu harus melepaskan beban emosi itu ke mana, sehingga mereka merasa bebas membalas perlakuan yang mereka dapatkan dari hal yang paling mudah mereka lakukan, yaitu lewat media sosial.

Penggunaan kata-kata yang kasar, hujatan dan makian merupakan indikasi dini adanya masalah mental dalam diri seseorang. Masih dari data Riskedas tersebut, juga disebutkan meningkatnya penyakit ‘bipolar’. Dari situs hellosehat.com dijelaskan bahwa Bipolar disorder atau yang juga dikenal sebagai gangguan bipolar adalah suatu kondisi mental yang menyebabkan terjadinya perubahan mood yang ekstrem.

Atau jangan-jangan kita mengalami gejala paling dini dari bipolar ini? Walaupun belum dikategorikan sebagai penyakit, setidaknya gejala awal ini kita sadari bersama. Apa itu? Yaitu perubahan mood yang ekstrem. Tiba-tiba merasa dikucilkan sehingga menutup diri dan menarik diri dari keramaian. Tiba-tiba merasa sangat penuh cinta sehingga semangat dan sangat aktif sekali. Siang hari dapat berkomunikasi dengan santai dan wajar, tiba-tiba malam harinya menjadi sangat kasar dan penuh hujatan. Saat bertemu teman sangat manis dan sopan, namun tiba-tiba ia dapat menghujat lewat sosial media.

Bagi yang mengalami hal itu tentu saja tidak menyadari perubahan-perubahan dalam dirinya. Yang dapat melihat adalah orang di luar dirinya, yaitu keluarga, teman dan lingkungannya. Pembenaran yang sering terjadi pada kasus-kasus ini adalah dia sedang mengikuti ekspresi emosinya. Apapun ekspresi emosi yang muncul langsung diikuti tanpa dapat ia kendalikan.

Sejauh ini, dengan banyaknya yang menulis tanggapan atas film Joker, maka jangan remehkan isu kesehatan mental. Film itu telah menyadarkan kita bersama bahwa isu ini sangat penting. Selain kegiatan kesehatan fisik sampai kepada diet agar tubuh mencapai proporsi ‘langsing’, jangan mengabaikan kesehatan mental yang mungkin saja terlupakan karena terlalu sibuk mengurusi kesehatan fisik.

Setidaknya, mari kita damping anak-anak kita (Dari data Riskedas 2018 itu disebutkan bahwa usia 15 tahun ke atas, gangguan mental emosional mencapai 9,8 persen dari jumlah penduduk) untuk mengenal lebih dalam arti kata menghargai, sopan-santun, menempatkan hal yang tepat pada situasi dan kondisi serta mengekspresikan emosinya dengan cara yang sesuai dan benar.

 

Salam sehat

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “JANGAN REMEHKAN ISU KESEHATAN MENTAL”

Your email address will not be published. Required fields are marked *